Sering kali aku mencoba lari, selalu mencoba pergi. Tapi pada akhirnya aku akan kembali juga ke tempat dimana aku tersiksa, kembali pada kehidupan yg fana ini. Aku tak tahu mengapa, aku selalu bertahan disini meski sakit dan terluka, meski hancur dan terkoyak aku tetap berdiri disini. Aku juga tak tahu mengapa, begitu sakitnya hidup yang kujalani ini.
Tuhan, jika ini caraMu mengajarkanku untuk tetap kuat dan tegar, aku akan tetap menjalaninya, aku hanya berharap setitik kebahagiaan dan kekuatan untuk menjalani semua ini. Menjalaninya meski aku harus kehilangannya, meski pada akhirnya akupun akan hancur karenanya.
Kamis, 31 Desember 2015
Pada akhirnya
Kamis, 10 Desember 2015
Rapuh
Disini aku masih berdiri, berdiam bersama luka dan rapuhnya hati ini. Memendam rasa bersalah dan cinta yang tersisa, mencoba bangkit meski rapuh dan terluka.
Mungkin saat ini aku tak bisa, mungkin belum mampu tapi masih ku coba. Bernafas dan berdiri tanpamu disini, masih ku harapkan engkau kembali.
aku tahu, aku tahu semua salahku yang telah mengkhianati cinta kita, aku tahu semua salahku yang telah meninggalkanmu. Tapi haruskah? Haruskah kau hukum aku seperti ini? Apalagi yang harus ku lakukan agar kau kembali?
Apa dengan melepasmu aku mampu tetap berdiri disini? apa dengan melepasmu aku bisa dapatkan separuh hatiku kembali?
Tidak, nyatanya aku begitu rapuh tanpamu, nyatanya aku tak bisa lagi kembali seperti dulu.
Dan kini, aku hanya bisa menjalani semua ini, menyesali yang tlah terjadi. Meski rapuh aku tetap berdiri.
Anggi Jepri
Sabtu, 20 Desember 2014
Entah apa
Aku tahu, tak seharusnya kumiliki rasa ini disaat aku telah memilikinya. tapi apa yang bisa kulakukan bila semua tlah terjadi. aku tak dapat memilih, aku tak pernah meminta dan aku tak dapat menghindar. semua tlah beradu menjadi satu di dalam hatiku. kini aku tak lagi menangisi sebuah perpisahan, tak lagi meratapi kesedihan, aku hanya menyesali sebuah pertemuan, dan menyesali adanya perasaan.
dan harusnya kau tahu, rasa ini tak pernah mati untukmu, aku tak pernah bisa berhenti mencintaimu.
untukmu, yang tak pernah lagi berani ku sebutkan namamu, tak pernah berani lagi ku sentuh jemarimu bahkan tak pernah berani lagi kutatap matamu.
Selasa, 11 Februari 2014
Bahagia itu, Kamu
Selasa, 04 Februari 2014
Untuk sosok yang berbeda
Hari ini aku bercerita tentang cinta, untuk orang yang berbeda, untuk orang yang nyata, dan untuk seseorang yang mencintaiku apa adanya.
Dia yang membuka hatiku, dia yang membuatku sadar bahwa ada cinta yang lebih indah selain sosok disana yang tak nyata.
Aku bertemu dengannya karna Allah, dan aku mencintainya juga karena Allah.
Semua yang kujalani saat ini karena Allah, ku syukuri dan ku nikmati.
Ya Allah, aku mencintainya. Jadikan ia sosok yang baik untukku dan keluargaku, jadikan ia imam yang baik untuk aku dan anak-anakku kelak.
Jadikan hatiku dan hatinya satu, selamanya.
Aamiin
Anggi Jepri
Rabu, 22 Mei 2013
Rindu
rindu, sebuah kata yang mampu menggores hatiku dengan mudah, menampakkan lagi sebuah kenangan yang tak mugkin terulang.
tahukah kau setiap kali rindu datang, ia menghujam aku dengan berbagai kenangan. dan kenangan itu, bukan sekedar masalalu, tapi masa yang tak mungkin lagi bisa ku lewati, bersamamu.
aku membenci rindu, namun aku juga tak bisa mengusirnya dari hatiku. aku membencimu yang tlah menyakitiku, namun aku juga tak pernah bisa menghapusmu dari hatiku.
semua terasa menyakitkan, ketika rindu datang tanpa alasan. semua terasa pedih ketika rindu mengingatkanku padamu tanpa kau peduli.
kau tak pernah tahu sebesar apa aku rindu, tak terhingga, akupun tak mampu mengukurnya. semua tersimpan disini, didalam lubuk hati yang tak pernah kau pahami, bahkan tak pernah kau ketahui.
aku mengerti, tak seharusnya ku simpan rindu ini. sedang kau disana tak pernah peduli. tapi sungguh, ini bukan mau hati, aku tak mampu mengingkari rasa yang ada dalam hati ini. aku, aku tak mampu, aku rapuh saat kau pergi. dan ketika aku tak sanggup lagi, air mata tak dapat ku bendung, jatuh beriringan dengan hati yang tlah rapuh. aku belum mampu tanpamu :'

